Balikpapan - Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menggelar Penyampaian Visi, Misi, dan Program Kerja Bakal Calon Rektor ITK Periode 2026–2030, Kamis, 20 Agustus 2026. Agenda ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses Pemilihan Rektor ITK untuk melihat arah kepemimpinan, strategi pengembangan institusi, serta program yang ditawarkan dalam membawa ITK menghadapi tantangan pendidikan tinggi pada empat tahun mendatang.
Empat bakal calon rektor yang menyampaikan gagasannya adalah Prof. Dr. Ir. Imam Abadi, S.T., M.T.; Dr. Ir. Moch. Purwanto, S.Si., M.Si.; Prof. Dr. Ir. Agung Purniawan, S.T., M.Eng.; serta Prof. Dr.rer.nat. Fredy Kurniawan, S.Si., M.Si. Masing-masing membawa perspektif dan strategi berbeda, namun memiliki irisan pada penguatan pendidikan, riset dan inovasi, sumber daya manusia, transformasi digital, kemitraan, internasionalisasi, hingga tata kelola institusi.
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 08.00 WITA dengan registrasi peserta, tamu undangan, dan bakal calon rektor. Sidang terbuka kemudian dibuka oleh Ketua Senat ITK, dilanjutkan sambutan Rektor ITK, pengundian nomor urut presentasi, serta penyampaian tata tertib. Empat bakal calon memperoleh waktu masing-masing 15 menit untuk mempresentasikan visi dan program kerjanya, kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab selama satu jam serta pernyataan penutup dari masing-masing bakal calon. Seluruh rangkaian dijadwalkan berakhir pukul 12.00 WITA.
Dalam paparannya, Prof. Dr. Ir. Imam Abadi, S.T., M.T. membawa visi ITK 2030 “IN-SUN” — Innovative, Smart, Sustainable University for Nusantara dengan semangat “Menerangi Masa Depan Nusantara: ITK Berdampak, Nusantara Berdaya.” Arah tersebut dibangun melalui enam pilar, yakni pendidikan unggul, adaptif, dan berkarakter; riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat yang berdampak; kemitraan strategis dan kontribusi kewilayahan; internasionalisasi dan penguatan reputasi institusi; transformasi digital dan kampus cerdas; serta transformasi kelembagaan dan tata kelola unggul.
Pada bidang pendidikan, Imam antara lain menawarkan pengembangan kurikulum yang dirancang bersama industri (co-created industry curriculum) dengan melibatkan advisory board dari unsur industri, profesional, perguruan tinggi, dan alumni. Penguatan kurikulum kokurikuler juga diarahkan pada pengembangan karakter, karier, prestasi, serta pengalaman global mahasiswa sehingga pembelajaran tidak hanya berorientasi pada kompetensi akademik, tetapi juga kesiapan menghadapi dunia profesional.
Sementara itu, Dr. Ir. Moch. Purwanto, S.Si., M.Si. membawa lima arah utama pengembangan ITK, yaitu pendidikan unggul dan berkarakter, riset dan inovasi berdampak, infrastruktur dan transformasi digital, mitra strategis dan kemandirian institusi, serta akuntabilitas tata kelola dan SDM unggul.
Dalam bidang pendidikan, program yang ditawarkan mencakup revitalisasi kurikulum adaptif dan inovatif, peningkatan prestasi mahasiswa, penguatan pusat karier, pendidikan karakter, serta peningkatan kompetensi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Pada bidang riset, arah pengembangan meliputi pembentukan kelompok riset, integrasi dengan industri, diseminasi teknologi kepada masyarakat, hilirisasi hasil penelitian, serta peningkatan publikasi dan kolaborasi.
Moch. Purwanto juga menempatkan pembangunan infrastruktur dan transformasi digital sebagai salah satu prioritas. Programnya mencakup pengembangan fasilitas kampus, penataan akses dan ruang belajar, penguatan perpustakaan dan layanan daring, serta integrasi sistem informasi kampus. Di sisi kemandirian institusi, kemitraan industri, kerja sama nasional dan internasional, pengembangan unit usaha, penguatan jejaring alumni, serta optimalisasi tata kelola dan SDM menjadi bagian dari strategi yang ditawarkan.
Prof. Dr. Ir. Agung Purniawan, S.T., M.Eng. mengusung konsep “ITK RISE 2045” dengan empat landasan utama, yaitu Research, Innovation, Sustainability, dan Excellence. Visinya mengarah pada ITK sebagai perguruan tinggi riset berkelas dunia yang adaptif, berkelanjutan, dan berdampak serta tetap berakar pada kearifan lokal Kalimantan.
Arah tersebut diterjemahkan ke dalam lima bidang utama, yaitu pendidikan, penelitian, pengabdian, internasionalisasi, dan tata kelola. Pada bidang pendidikan, Agung mendorong kurikulum berbasis proyek dan tantangan nyata, magang industri terstruktur, technopreneurship, pembelajaran lintas disiplin, serta penguatan karakter dan etika. Pada bidang penelitian, program diarahkan pada pendanaan riset kompetitif dan kolaboratif, laboratorium berstandar internasional, publikasi bereputasi, research clusters, serta pengembangan Science Techno Park.
Internasionalisasi menjadi salah satu fokus melalui mobilitas akademik, riset kolaboratif global, akreditasi internasional, serta program joint dan double degree. Seluruh arah tersebut dirangkum dalam program strategis RISE+, yang terdiri atas Research Excellence, Innovative Learning, Strategic Partnership, Excellent Governance, dan Sustainable Campus, sekaligus menjadi bagian dari peta jalan menuju perguruan tinggi berkelas dunia.
Adapun Prof. Dr.rer.nat. Fredy Kurniawan, S.Si., M.Si. membawa visi menjadikan Institut Teknologi Kalimantan sebagai pusat unggulan pendidikan, penelitian, dan inovasi sains dan teknologi yang memiliki daya saing global, berakar pada kearifan lokal, serta berkontribusi nyata pada pembangunan berkelanjutan Indonesia.
Tiga aspek utama yang ditekankan ialah daya saing global, kearifan lokal, dan pembangunan berkelanjutan. Penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu agenda penting melalui peningkatan kapasitas akademik dan kepemimpinan, rekrutmen dosen berkualitas, percepatan studi lanjut doktoral, serta peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan. Selain itu, Fredy mendorong digitalisasi kampus terpadu melalui pengembangan ekosistem Smart Campus, integrasi sistem informasi akademik dan e-learning, smart library, penguatan infrastruktur digital untuk riset, serta otomatisasi layanan administrasi.
Pemaparan keempat bakal calon menunjukkan bahwa masa depan ITK tidak hanya berbicara mengenai pertumbuhan jumlah mahasiswa dan infrastruktur, tetapi juga mengenai bagaimana pendidikan semakin relevan dengan industri, riset menghasilkan dampak nyata, teknologi memperkuat layanan kampus, sumber daya manusia berkembang, jejaring global semakin luas, serta ITK memiliki posisi strategis dalam pembangunan Kalimantan dan Ibu Kota Nusantara.
Meski menawarkan pendekatan yang berbeda, keempat bakal calon sama-sama membawa gagasan mengenai transformasi institusi menuju kampus yang semakin adaptif dan kompetitif. Ada yang menitikberatkan integrasi industri dan pengembangan mahasiswa, penguatan riset dan kemandirian institusi, orientasi universitas riset kelas dunia, hingga penguatan daya saing global yang berpijak pada potensi lokal dan pembangunan berkelanjutan.
Tahapan penyampaian visi, misi, dan program kerja menjadi ruang bagi sivitas akademika untuk mengenal lebih jauh arah kepemimpinan para bakal calon sekaligus melihat bagaimana setiap gagasan dapat menjawab kebutuhan ITK pada periode mendatang. Setelah sesi presentasi, setiap bakal calon juga mengikuti tanya jawab selama 15 menit dan memperoleh kesempatan menyampaikan pernyataan penutup sebelum Sidang Terbuka ditutup oleh Ketua Senat ITK.
Melalui proses Pemilihan Rektor ITK Periode 2026–2030, diharapkan terpilih kepemimpinan yang tidak hanya mampu melanjutkan capaian institusi, tetapi juga menghadirkan terobosan baru dalam pendidikan, riset, inovasi, transformasi digital, internasionalisasi, tata kelola, dan kontribusi ITK bagi Kalimantan serta Indonesia.
Empat bakal calon, empat pendekatan, dan satu tujuan: membawa ITK semakin maju, berdampak, dan mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan masa depan Nusantara.
Komisi Informasi Kaltim Kunjungi ITK dalam Sosialisasi Monev Badan Publik 2026
Tiga Tim ITK Lolos Final KKI 2026, Siap Berlaga di Tingkat Nasional
Tiga Tim ITK Lolos Final KKI 2026
Bisakah Ubi Ungu Menjadi Indikator Alami Kesegaran Daging? Mahasiswa ITK Menjawabnya Lewat SUN-WRAP
Mahasiswa ITK Kembangkan Kemasan Cerdas untuk Kesegaran Daging