Balikpapan - Kesempatan belajar di luar ruang kelas kembali menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK). Rifkihadi Rahmatullah, mahasiswa Program Studi Bisnis Digital angkatan 2022, turut berpartisipasi dalam program Ekspedisi Patriot melalui skema KKN Tematik yang dilaksanakan bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam misi program Kementerian Transmigrasi.
Keterlibatan Rifkihadi dalam program ini berawal dari tawaran kepala program studi untuk mengikuti kegiatan kolaborasi bersama Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITK. Program tersebut mengusung tema Desain Model Kolaborasi Kelembagaan Ekonomi Kawasan Transmigrasi, dengan fokus pada penguatan model kelembagaan ekonomi di kawasan transmigrasi.
Di bawah bimbingan Deli Yansyah, S.E., M.Acc., Ak., Rifkihadi menjalani pengalaman lapangan selama kurang lebih empat bulan. Program ini tidak hanya menjadi ruang penerapan ilmu, tetapi juga membuka kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat, memahami kondisi wilayah, serta melihat lebih dekat tantangan pembangunan ekonomi di kawasan transmigrasi.
Bagi Rifkihadi, mengikuti Ekspedisi Patriot menjadi pengalaman yang meninggalkan banyak cerita. Ia mengaku mendapatkan banyak hal baru, mulai dari ilmu, teman, relasi, budaya, hingga pengalaman tidak terduga yang memperkaya cara pandangnya sebagai mahasiswa.
“Banyak banget pengalaman baru, ilmu baru, teman baru, relasi baru, budaya baru, serta banyak sekali kejadian yang tak terduga,” ungkap Rifkihadi.
Selama di lapangan, Rifkihadi juga berkesempatan berinteraksi dengan dosen-dosen dari SBM ITB. Pengalaman tersebut mendorongnya untuk berpikir lebih kritis, berani mengambil keputusan, serta memahami bahwa penelitian lapangan membutuhkan ketangguhan, kepekaan sosial, dan kemampuan beradaptasi.
Pelaksanaan program di kawasan transmigrasi tidak selalu mudah. Rifkihadi menceritakan bahwa akses jalan menjadi salah satu tantangan utama. Setiap hari, tim harus menempuh perjalanan puluhan hingga ratusan kilometer dengan estimasi waktu dua hingga tiga jam.
Meski demikian, tantangan tersebut tidak menyurutkan semangatnya. Justru, berbagai kondisi lapangan membuatnya semakin memahami bahwa pengabdian dan penelitian tidak hanya berbicara tentang data, tetapi juga tentang manusia, wilayah, dan dinamika sosial yang ada di dalamnya.
Salah satu pengalaman paling membekas adalah saat Rifkihadi dan tim menghadapi hujan badai es disertai angin kencang. Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga rusak, pohon tumbang, air naik, hingga atap rumah hancur akibat es yang turun dengan deras.
“Jujur itu pengalaman pertama kali merasakan hal seperti ini. Banyak rumah warga roboh, pohon besar tumbang, air naik, dan es batu turun dari atas dengan kecepatan tinggi,” ceritanya.
Keikutsertaan mahasiswa ITK dalam Ekspedisi Patriot menjadi bagian dari semangat ITK Berdampak, yakni menghadirkan kontribusi nyata melalui ilmu pengetahuan, kolaborasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar memahami persoalan dari meja akademik, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk melihat kebutuhan masyarakat secara lebih utuh.
Rifkihadi berharap hasil penelitian dan data yang telah dikumpulkan selama program tidak berhenti sebagai laporan semata. Ia ingin agar temuan lapangan tersebut dapat dilanjutkan, dieksekusi, dan memberi manfaat nyata bagi pengembangan kawasan transmigrasi.
“Semoga penelitian ini tetap dilanjutkan, bukan hanya sekadar menjadi laporan yang tidak dieksekusi. Jangan biarkan laporan hasil data kami hanya untuk dijadikan bungkus nasi,” pesannya.
Pengalaman Rifkihadi dalam Ekspedisi Patriot menunjukkan bahwa pembelajaran terbaik sering kali hadir dari keberanian untuk turun langsung, mendengar, mengamati, dan bekerja bersama masyarakat. Dari ruang kelas menuju kawasan transmigrasi, mahasiswa ITK terus membuktikan bahwa ilmu dapat menjadi jalan untuk memberi dampak.
Rifkihadi Rahmatullah Ikuti Ekspedisi Patriot, Bawa Cerita Pengabdian dari Kawasan Transmigrasi
Daftar Ulang Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Tahun 2026
ITK Dorong Kesadaran Kesehatan Mental dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Lingkungan Kampus
ITK Gelar Seminar Kesehatan Mental untuk Mewujudkan Lingkungan Kampus yang Lebih Sehat