Balikpapan – Aktif dalam berbagai organisasi, mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), terlibat dalam riset pengolahan air limbah tambang, hingga menjalani magang di dua perusahaan tidak menghalangi Joyce Felecya Sitinjak mempertahankan prestasi akademiknya. Mahasiswi Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Pembangunan Berkelanjutan (FPB), Institut Teknologi Kalimantan (ITK) tersebut berhasil menyelesaikan studinya dalam delapan semester dengan IPK 3,84, meraih predikat Dengan Pujian, sekaligus menjadi lulusan terbaik.
Bagi Joyce, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang dalam belajar mengatur waktu dan menentukan prioritas. Masa kuliahnya tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga diisi dengan berbagai pengalaman organisasi, penelitian, pengabdian, kompetisi, hingga kegiatan profesional.
Selama menjadi mahasiswa, Joyce aktif dalam sejumlah organisasi. Ia pernah bergabung sebagai staf kesekretariatan KM ITK, menjadi Sekretaris Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan, aktif dalam Generasi Baru Indonesia (GenBI) Bank Indonesia, serta menjalankan peran sebagai Vice R&D di SRE.
Banyaknya tanggung jawab membuat Joyce terbiasa mengatur waktu sejak awal. Perkuliahan, tugas, organisasi, dan berbagai kegiatan lainnya terkadang hadir dengan tenggat waktu yang berdekatan. Kondisi tersebut mengajarkannya untuk menentukan skala prioritas berdasarkan tingkat urgensi setiap pekerjaan.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Joyce adalah ketika mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalui kegiatan yang didukung program hibah dari Australia.
Dalam program tersebut, Joyce terlibat dalam pengolahan air limbah pertambangan untuk dimanfaatkan sebagai air irigasi. Kegiatan yang dilaksanakan di kawasan Samboja tersebut memberinya kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana persoalan lingkungan dapat ditangani melalui pendekatan teknis.
Joyce terlibat dalam berbagai proses, mulai dari pembangunan infrastruktur pendukung hingga pengujian kualitas air. Pengalaman tersebut memperluas pemahamannya mengenai Teknik Lingkungan karena materi yang sebelumnya dipelajari di ruang kuliah dapat dilihat langsung penerapannya di lapangan.
Namun, pengalaman tersebut juga menghadirkan tantangan. Jarak menuju lokasi kegiatan yang cukup jauh harus dijalani bersamaan dengan kewajiban akademik dan aktivitas lainnya. Situasi itu semakin melatih Joyce dalam mengatur waktu serta menentukan tanggung jawab yang perlu diselesaikan terlebih dahulu.
Selain aktif dalam organisasi dan program MBKM, Joyce juga kerap mengikuti berbagai kompetisi, termasuk kompetisi esai. Baginya, kegiatan di luar kelas menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan menulis, berpikir kritis, bekerja sama, serta menyampaikan gagasan.
Pengalamannya semakin lengkap setelah menjalani magang di dua perusahaan. Melalui kegiatan tersebut, Joyce memperoleh kesempatan untuk mengenal lingkungan kerja profesional sekaligus melihat secara langsung bagaimana pengelolaan limbah diterapkan dalam kegiatan industri.
Pengalaman praktis itu menjadi bekal penting bagi Joyce dalam mempersiapkan diri setelah menyelesaikan pendidikan. Setelah lulus, ia menargetkan untuk langsung memasuki dunia kerja dan saat ini masih menjajaki berbagai peluang yang sesuai dengan bidang Teknik Lingkungan serta pengalaman yang telah diperolehnya selama kuliah.
Bagi Joyce, menjadi lulusan terbaik bukan sekadar tentang memperoleh IPK tinggi. Perjalanannya menunjukkan bahwa masa kuliah juga menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring, mencoba berbagai peran, memahami persoalan nyata di lapangan, hingga mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional.
Kemampuannya mempertahankan prestasi akademik di tengah beragam aktivitas menunjukkan pentingnya manajemen waktu dan keberanian mengambil peluang. Mulai dari organisasi kemahasiswaan, GenBI, penelitian, MBKM, kompetisi, hingga magang, setiap pengalaman memberikan pembelajaran yang berbeda.
Kepada mahasiswa ITK yang masih menjalani perkuliahan, Joyce berpesan agar tidak takut mencoba berbagai kesempatan yang tersedia selama menjadi mahasiswa.
“Jangan takut untuk mencoba. Selama masih menjadi mahasiswa, ada banyak kesempatan dan pengalaman yang bisa kita manfaatkan sebagai privilege untuk belajar dan berkembang.”
Perjalanan Joyce, dari ruang perkuliahan hingga kegiatan pengolahan air limbah tambang di Samboja, menunjukkan bahwa prestasi akademik dapat berjalan beriringan dengan pengalaman organisasi dan profesional. Dengan predikat lulusan terbaik, IPK 3,84, dan Dengan Pujian, Joyce menutup perjalanan akademiknya di ITK dengan membawa lebih dari sekadar gelar, tetapi juga pengalaman berharga sebagai bekal untuk melangkah ke dunia kerja.
Yosua Anjupaian Situmeang Kembangkan Riset Sensor Elektrokimia melalui Program JST-NEXUS di Saga University Jepang
Lulusan Terbaik Teknik Lingkungan ITK yang Aktif Berorganisasi hingga Riset Limbah Tambang
SERVQUAL Mengungkap Kualitas Layanan Pengujian Beton di Laboratorium Terpadu ITK
Penelitian ITK mengevaluasi kualitas layanan pengujian beton untuk meningkatkan kepuasan pengguna dan mendukung pembangunan infrastruktur yang andal.