Detail Berita

Mahasiswa ITK Optimalkan Biji Ketapang Menjadi Tepung melalui Program Inovasi Sosial

Ulfa Yuvitri 26 Agustus 2026 8.00 11 kali dilihat
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Balikpapan — Mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) melalui kelompok Arunika Karsa mengembangkan inovasi pengolahan biji ketapang menjadi tepung di Pantai Seraya RT 28, Kelurahan Sepinggan Raya, Kecamatan Balikpapan Selatan. Program yang berlangsung pada Februari–Juni 2026 ini bertujuan mengoptimalkan potensi sumber daya lokal sekaligus mengurangi limbah organik di kawasan pesisir.

Pohon ketapang cukup banyak ditemukan di kawasan Pantai Seraya. Namun, buah dan bijinya belum dimanfaatkan secara optimal dan sebagian masih berakhir sebagai limbah organik. Melalui program bertajuk “Optimasi Proses Pengolahan Biji Ketapang Menjadi Tepung melalui Pendekatan Teknologi Pengeringan dan Penggilingan”, mahasiswa ITK mengembangkan proses pengolahan melalui tahapan pengeringan, pengupasan, penggilingan, dan pengayakan.

Program ini dilaksanakan secara lintas disiplin dengan melibatkan mahasiswa dari bidang Rekayasa Keselamatan, Teknik Kimia, dan Teknologi Pangan. Pendekatan tersebut memungkinkan proses pengembangan produk tidak hanya memperhatikan aspek pengolahan, tetapi juga keselamatan kerja, sanitasi, dan kualitas produk.

Dalam pelaksanaannya, tim dosen yang terdiri atas Riski Arif Mardika, S.ST., M.T., Aulia Rahma, S.T., M.T., dan Muhammad Hudzaly Hatala, S.Kom., M.T. mendampingi mahasiswa Ahmad Hidayat N. H., Akhmad Nurhadi, Andhika Aryaputra, Robiyal Dwi Setiawan, Khairunnisa Afifah, Rismadani, Risti Hestining, Amrulloh, Nahdya Nurislamiyah D. P., dan Tasya Azzahrah dalam mengembangkan inovasi tersebut.

Rangkaian kegiatan diawali dengan survei dan koordinasi bersama masyarakat pada Februari 2026. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan dan seleksi biji ketapang, proses pengeringan dan pengupasan, hingga produksi awal tepung pada Maret. Pada April–Mei, tim melanjutkan proses produksi sekaligus melakukan evaluasi terhadap karakteristik fisik tepung yang dihasilkan.

Tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, program Arunika Karsa juga mendorong keterlibatan masyarakat. Pada April, tim memberikan edukasi kepada warga mengenai potensi biji ketapang dan proses pengolahannya. Selanjutnya, pada Mei, edukasi kepada anak-anak RT 28 dilakukan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mengenalkan pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal.

Ketua RT 28 Pantai Seraya, Muhammad Amin, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat mengenai potensi biji ketapang sebagai bahan pangan alternatif. Ia berharap pengetahuan yang diberikan dapat terus dikembangkan sehingga berpeluang menghasilkan produk khas yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Melalui program ini, mahasiswa ITK tidak hanya menghasilkan inovasi berupa tepung biji ketapang, tetapi juga mendorong transfer pengetahuan, kepedulian terhadap lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Inovasi tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengubah potensi yang sebelumnya belum termanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Ke depan, pengembangan tepung biji ketapang masih memerlukan penyempurnaan proses produksi, pengujian mutu dan keamanan pangan, penentuan umur simpan, serta penyusunan standar operasional prosedur (SOP). Langkah tersebut diperlukan agar inovasi dapat dikembangkan lebih lanjut dan berpotensi diterapkan secara mandiri oleh masyarakat Pantai Seraya.

Berita Terbaru

Example_News.webp Berita

ITK Berdampak: Tong Komposter Ubah Sampah Menjadi Pupuk Murah

Tong Komposter Ubah Sampah Menjadi Pupuk Murah

Example_News.webp Berita

Awali Semester Ganjil 2026/2027, Rektor ITK Kunjungi Tiga Fakultas dan Beri Semangat Sivitas Akademika

Rektor ITK Kunjungi Tiga Fakultas dan Beri Semangat Sivitas Akademika

Example_News.webp Berita

ITK Tetapkan Tiga Calon Rektor Periode 2026–2030

Tiga Calon Rektor Periode 2026–2030

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami