Balikpapan - Ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menunjang kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Berangkat dari kebutuhan tersebut, mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Joshua Tangke Mangalik, menerapkan teknologi media filter untuk membantu meningkatkan kualitas air sumur di Panti Asuhan Yaumiddin, Kilometer 24, Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara.
Kegiatan bertajuk “Produksi Air Bersih Terstandarisasi dari Air Sumur Baku melalui Penerapan Teknologi Media Filter” tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari mata kuliah Inovasi Sosial. Dalam pelaksanaannya, Joshua mendapatkan bimbingan dari Ir. Jefri Pandu Hidayat, S.T., M.T.
Air sumur yang digunakan oleh masyarakat maupun fasilitas sosial tidak selalu memiliki kualitas yang sesuai untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi fisik air, seperti warna, bau, kekeruhan, dan kandungan partikel, dapat dipengaruhi oleh karakteristik tanah serta lingkungan di sekitar sumber air.
Melalui penerapan media filter, air sumur baku diproses melalui beberapa lapisan penyaring untuk mengurangi partikel dan zat pengotor. Teknologi ini dipilih karena relatif sederhana, mudah diterapkan, serta dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemasangan teknologi, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu teknik kimia dalam menjawab persoalan nyata di lingkungan masyarakat. Mahasiswa belajar mengidentifikasi kebutuhan mitra, merancang solusi, hingga memastikan inovasi yang dibuat dapat memberikan manfaat secara langsung.
Joshua mengatakan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman positif bagi seluruh pihak yang terlibat.
“Selama kegiatan berlangsung, kesan yang saya dapatkan cukup baik karena semua kegiatan yang dilakukan memberikan dampak positif bagi semua pihak yang terlibat,” ungkapnya.
Penerapan teknologi media filter di Panti Asuhan Yaumiddin diharapkan dapat membantu menyediakan air dengan kualitas yang lebih baik untuk mendukung kebutuhan para penghuni. Kehadiran inovasi ini juga menunjukkan bahwa teknologi tidak harus selalu rumit untuk memberikan dampak, tetapi dapat dimulai dari solusi sederhana yang sesuai dengan permasalahan masyarakat.
Melalui kegiatan Inovasi Sosial, mahasiswa ITK didorong untuk tidak hanya memahami teori di ruang perkuliahan, tetapi juga mengembangkan kepedulian dan kemampuan menyelesaikan persoalan di sekitarnya. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat tersebut menjadi salah satu bentuk pelaksanaan tridarma perguruan tinggi sekaligus kontribusi nyata ITK bagi lingkungan sekitar.
ITK Bergabung dalam Konsorsium Internasional ATOLL, Perkuat Talenta Energi Terbarukan Lepas Pantai
ITK Bergabung dalam Konsorsium Internasional
Mahasiswa Teknik Kimia ITK Hadirkan Teknologi Filter
Rektor ITK Hadiri Audiensi MRPTNI bersama KSP, Dorong Perguruan Tinggi Jadi Pusat Solusi Nasional
Rektor ITK Hadiri Audiensi MRPTNI bersama KSP