Detail Berita

Memanfaatkan Potensi Sungai Pedesaan melalui Turbin Archimedes Screw untuk Energi Listrik Berkelanjutan

Humas ITK 18 Juni 2026 11.41
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Kebutuhan energi listrik di Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, aktivitas ekonomi, dan perkembangan teknologi. Di tengah tingginya kebutuhan tersebut, pemanfaatan energi fosil masih mendominasi pasokan energi nasional. Kondisi ini mendorong perlunya pengembangan sumber energi terbarukan yang berkelanjutan, terutama bagi wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses terhadap jaringan listrik utama.

Salah satu sumber energi terbarukan yang memiliki potensi besar namun belum dimanfaatkan secara optimal adalah energi air. Banyak sungai di daerah pedesaan memiliki debit aliran yang cukup besar dan relatif stabil sepanjang tahun, meskipun memiliki ketinggian jatuh air (head) yang rendah. Karakteristik tersebut menjadikan aliran sungai berdaya rendah (low-head flow) sebagai sumber energi yang menjanjikan untuk dikembangkan melalui teknologi pembangkit listrik skala kecil.

Berangkat dari potensi tersebut, tim peneliti mengembangkan penelitian berjudul “Rancang Bangun Prototipe Archimedes Screw Turbine untuk Aliran Hidro Daya Rendah di Desa Batu Kajang, Kabupaten Paser.” Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun prototipe turbin Archimedes screw yang sesuai dengan karakteristik aliran sungai di Desa Batu Kajang, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Turbin Archimedes screw dipilih karena mampu bekerja secara efektif pada kondisi sungai dengan head rendah dan debit aliran yang relatif besar. Berbeda dengan turbin konvensional yang umumnya membutuhkan perbedaan elevasi air yang tinggi, turbin ini dapat memanfaatkan energi aliran sungai secara langsung dengan desain yang lebih sederhana dan ramah lingkungan.

Dalam proses pembuatannya, prototipe turbin dirancang menggunakan plat logam yang dipotong sesuai bentuk geometri bilah yang telah dihitung melalui proses perancangan. Potongan plat tersebut kemudian dibentuk dan dilas sehingga menghasilkan struktur ulir (screw) yang menjadi komponen utama turbin. Metode fabrikasi ini dipilih karena relatif sederhana, mudah diterapkan, serta berpotensi diproduksi menggunakan peralatan manufaktur yang tersedia di daerah.

Penelitian ini tidak hanya berfokus pada pembangunan prototipe, tetapi juga menganalisis pengaruh berbagai konfigurasi turbin terhadap performa yang dihasilkan. Pengujian dilakukan pada turbin tipe single screw dan double screw dengan variasi pitch bilah serta sudut kemiringan turbin untuk mengetahui konfigurasi yang mampu menghasilkan daya mekanis paling optimal.

Melalui penelitian ini, tim peneliti berharap teknologi Archimedes screw turbine dapat menjadi salah satu solusi pemanfaatan energi terbarukan yang sesuai dengan kondisi geografis pedesaan Indonesia. Selain memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia secara lokal, teknologi ini juga menawarkan sistem pembangkit listrik yang lebih sederhana, ekonomis, dan mudah direplikasi.

Pengembangan turbin Archimedes screw di Desa Batu Kajang menunjukkan bahwa sungai-sungai beraliran rendah yang selama ini belum banyak dimanfaatkan sebenarnya memiliki potensi besar untuk mendukung kemandirian energi masyarakat. Dengan inovasi yang tepat, aliran sungai tidak hanya menjadi bagian dari lanskap pedesaan, tetapi juga dapat menjadi sumber energi bersih yang berkelanjutan bagi masa depan.


Berita Terbaru

Example_News.webp Diktisaintek Berdampak

Jejak Berdampak: Dari Pasar Bangun Reksa, Mahasiswa ITK Belajar Mengabdi dan Tumbuh Bersama Masyarakat

From Pasar Bangun Reksa, an ITK Student Discovers the Meaning of Community Service

Example_News.webp Prestasi

Mahameru Band ITK Raih Juara 2 Kodam Band Festival 2026, Buktikan Prestasi di Bidang Seni

Mahameru Band ITK Raih Juara 2 pada Kodam Band Festival 2026

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami