Detail Berita

PWK ITK Gelar Puncak COMPACT International Conference, Perkuat Kolaborasi untuk Kota Berkelanjutan

Ulfa Yuvitri 27 Agustus 2026 17.51 69 kali dilihat
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Balikpapan — Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menyelenggarakan puncak COMPACT International Conference, sebuah forum akademik yang mempertemukan akademisi dan pakar dari dalam maupun luar negeri untuk membahas berbagai pendekatan dalam mewujudkan kawasan perkotaan yang tangguh, aman, inklusif, dan berkelanjutan. Kegiatan puncak konferensi berlangsung melalui rangkaian Opening Ceremony & Plenary Sessions, Kamis (27/8/2026), di La Grande Ballroom, Grand Jatra Hotel, Balikpapan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Rektor ITK, Prof. Agus Rubiyanto, yang membuka kegiatan sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi dan pertukaran pengetahuan dalam menghadapi tantangan pembangunan perkotaan di masa depan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Keynote Speech dari Kementerian PPN/Bappenas yang disampaikan oleh Director of Environment melalui materi bertajuk “Strategic Role of National Development Planning in Advancing Adaptive Urban Planning and Climate-Resilient Cities.” Materi tersebut membahas peran strategis perencanaan pembangunan nasional dalam mendorong perencanaan perkotaan yang adaptif serta memperkuat ketahanan kota dalam menghadapi perubahan iklim.

Memasuki sesi plenary, lima pemateri menyampaikan perspektif yang saling melengkapi mengenai ketahanan kawasan, mulai dari hubungan perkotaan dan perdesaan, infrastruktur tangguh iklim, perencanaan infrastruktur, pemanfaatan data, hingga mobilitas perkotaan yang aman dan berkelanjutan.

Pemateri pertama, Prof. Stephen Cairns dari Monash University Indonesia, membawakan materi “Resilient and Equitable Urban-Rural Mosaics in Monsoon Asia” yang mengangkat perspektif ketahanan dan keadilan dalam hubungan kawasan perkotaan dan perdesaan di Asia yang dipengaruhi iklim monsun.

Selanjutnya, Prof. Vilas Nitivattananon dari Asian Institute of Technology (AIT) menyampaikan materi “Climate-Resilient Urban Infrastructure with Integrated and Nature-Based Solutions” mengenai pentingnya infrastruktur yang tangguh terhadap perubahan iklim dengan mengintegrasikan solusi berbasis alam.

Perspektif perencanaan infrastruktur disampaikan oleh Prof. Adjie Pamungkas dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui materi “Urban Resilience through Infrastructures Planning”. Materi ini menyoroti peran perencanaan infrastruktur dalam mendukung ketahanan kawasan perkotaan.

Sementara itu, Prof. Orlando Woods dari Singapore Management University membawakan materi “Smart and Data-Driven Urban Resilience”, yang membahas pemanfaatan data sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan perkotaan dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.

Pemateri kelima, Ir. Ts. Dr. Mazlina Zaira Mohammad dari Faculty of Civil Engineering, Universiti Teknologi MARA (UiTM), membahas “Advancing Safe and Sustainable Urban Mobility through Design for Safety”. Materi menekankan pentingnya mengintegrasikan aspek keselamatan sejak tahap desain hingga konstruksi, operasi, dan pemeliharaan. Salah satu praktik yang diperkenalkan adalah penggunaan Self-Climbing Protection Platform (SCPP) untuk mendukung keselamatan pada konstruksi bangunan bertingkat.

Kelima materi tersebut memberikan perspektif yang saling melengkapi dalam melihat tantangan pembangunan kawasan di masa depan. Ketahanan kawasan, perencanaan pembangunan yang adaptif, infrastruktur tangguh iklim, pemanfaatan data, solusi berbasis alam, serta keselamatan dan mobilitas berkelanjutan menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang mampu menghadapi berbagai perubahan dan risiko.

Melalui rangkaian acara puncak COMPACT International Conference ini  ini, ITK turut memperkuat ruang pertukaran pengetahuan dan gagasan bersama para akademisi serta pemangku kepentingan nasional dan internasional untuk mendorong pembangunan kawasan yang resilien, inklusif, aman, adaptif, dan berkelanjutan.


Berita Terbaru

Example_News.webp Berita
Example_News.webp Berita

ITK dan Lanud Dhomber Perkuat Koordinasi Persiapan KRTI 2026 di IKN

ITK Audiensi dengan Lanud Dhomber, Perkuat Persiapan KRTI 2026 di IKN

Example_News.webp Berita

ITK Berdampak: Tong Komposter Ubah Sampah Menjadi Pupuk Murah

Tong Komposter Ubah Sampah Menjadi Pupuk Murah

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami