Detail Berita

ITK Kembangkan Aplikasi Augmented Reality untuk Kenalkan Jahe Balikpapan kepada Siswa Sekolah Dasar

Humas ITK 8 Juli 2026 16.00 19 kali dilihat
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
  • Example_News.webp
Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini:

Balikpapan, Kalimantan Timur – Kekayaan hayati lokal tidak hanya perlu dilestarikan, tetapi juga dikenalkan kepada generasi muda melalui pendekatan pembelajaran yang inovatif. Berangkat dari tantangan tersebut, tim peneliti dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK) mengembangkan aplikasi Augmented Reality (AR) Jahe Balikpapan sebagai media pembelajaran interaktif untuk membantu siswa sekolah dasar mengenal flora endemik Kalimantan Timur, Jahe Balikpapan (Etlingera balikpapanensis).

Jahe Balikpapan merupakan flora endemik yang memiliki nilai ekologis, historis, sekaligus ekonomis bagi Kota Balikpapan. Sejak ditetapkan sebagai maskot flora resmi Kota Balikpapan pada tahun 2022 dan mulai diintegrasikan ke dalam kurikulum muatan lokal Pendidikan Kepedulian dan Lingkungan Hidup (PKLH) kelas IV SD pada tahun ajaran 2024/2025, tanaman ini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran di sekolah.

Namun, keterbatasan akses siswa terhadap habitat asli Jahe Balikpapan menjadi tantangan tersendiri. Tidak semua sekolah memiliki kesempatan melakukan pembelajaran lapangan atau mengamati spesimen tanaman secara langsung, sehingga proses belajar masih bergantung pada gambar atau media cetak yang kurang memberikan pengalaman visual yang mendalam.

Menjawab kebutuhan tersebut, tim peneliti ITK menghadirkan aplikasi berbasis Augmented Reality yang memungkinkan siswa melihat model tiga dimensi Jahe Balikpapan melalui perangkat Android. Dengan teknologi ini, siswa dapat mengamati bentuk tanaman secara lebih nyata tanpa harus mengunjungi habitat aslinya.

Pengembangan aplikasi mengacu pada teori konstruktivisme Vygotsky, teori multimedia pembelajaran Richard Mayer, serta konsep experiential learning David Kolb yang menekankan pentingnya pengalaman belajar visual dan interaktif dalam meningkatkan pemahaman peserta didik. Sementara proses pengembangannya menggunakan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC) dengan dukungan data botani dari Kebun Raya Balikpapan sebagai mitra utama sehingga keakuratan informasi ilmiah tetap terjaga.

Aplikasi ini dibangun menggunakan perangkat lunak Blender untuk pemodelan objek tiga dimensi, Unity sebagai game engine, dan Vuforia SDK sebagai teknologi pendeteksi penanda berbasis computer vision. Seluruh sistem dirancang agar dapat berjalan secara offline pada perangkat Android sehingga tetap dapat dimanfaatkan oleh sekolah yang memiliki keterbatasan akses internet.

Dari sisi pengguna, aplikasi mengusung konsep child-centered design dengan tampilan sederhana, navigasi yang mudah dipahami, serta visual interaktif yang ramah bagi siswa sekolah dasar. Pengguna dapat memutar model Jahe Balikpapan hingga 360 derajat, melakukan zoom in dan zoom out, serta mengakses informasi edukatif mengenai morfologi tanaman, habitat, nilai ekonomi, hingga status konservasinya.

Seluruh materi yang disajikan dalam aplikasi disusun berdasarkan data lapangan Kebun Raya Balikpapan dan berbagai literatur botani primer, termasuk publikasi ilmiah mengenai penemuan Etlingera balikpapanensis oleh Axel Dalberg Poulsen. Dengan demikian, aplikasi tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki validitas ilmiah sebagai media pembelajaran.

Ke depan, aplikasi AR Jahe Balikpapan diharapkan dapat diimplementasikan pada sekolah-sekolah dasar yang telah menerapkan materi Jahe Balikpapan dalam kurikulum PKLH. Selain mendukung pembelajaran berbasis teknologi, inovasi ini juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem Smart Society Kota Balikpapan melalui penguatan literasi digital yang berakar pada kekayaan alam lokal serta mendorong kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pelestarian flora endemik.

Penelitian ini dikembangkan oleh tim peneliti ITK yang terdiri atas Fukha Tajri M, S.Pd., M.Sn. (Dosen Desain Komunikasi Visual), Ir. Denny Huldiansyah, S.T., M.Arch., IPP. (Dosen Arsitektur), serta mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual, yaitu Azzah Nafisah Sofyan, Muhammad Bintang Kurniawan, dan Surya Abdi Pratama. Kolaborasi lintas disiplin ini menunjukkan komitmen ITK dalam menghadirkan inovasi digital yang tidak hanya mendukung dunia pendidikan, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian warisan hayati Kalimantan Timur melalui pemanfaatan teknologi.

Berita Terbaru

Example_News.webp Berita

ITK Terpilih sebagai Lokasi Site Visit Bappenas dalam Penyusunan Koridor Karang Joang Berkelanjutan

ITK terpilih sebagai lokasi site visit Bappenas dalam penyusunan Koridor Karang Joang untuk mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan melalui kolaborasi riset dan inovasi.

Example_News.webp Alumni

Dari ITK Menuju Inovasi UI/UX: Kisah Aditya Osama Hakim Efendy Merancang Layanan Perbankan Digital

Cerita Aditya Osama Hakim Efendy Merancang Layanan Perbankan Digital

Example_News.webp Berita

MMT ITK Lanjutkan Roadshow dan Sosialisasi Program Pascasarjana ke Sejumlah Instansi Pemerintah di Kalimantan Timur

Program Studi Magister Manajemen Teknologi ITK melanjutkan roadshow dan sosialisasi ke berbagai instansi pemerintah di Kalimantan Timur untuk memperluas akses pendidikan pascasarjana serta memperkuat kolaborasi dalam pengembangan sumber daya manusia.

a few mins ago
Butuh Bantuan? Tanya Kami